Login or Register to save videos, comment and join the community trends. NO ADS!

Agar hati tenang dan bahagia | ustadz khalid basalamah

· N/A · 1.2 thousand
Posted 2 months ago
agar hati tenang, dan bahagia, ustadz khalid basalamah, agar hati tetap bahagia, info singkat
Category: Education
Description: Bagaimana cara agar hati tenang dan bahagia ? simak penjabarannya oleh ustadz khalid basalamah.Courtesy Video :Pembahasan Surga Pasal 1 - 5 Kajian Kitab Minhajul Muslim Oleh Ustadz DR.Khalid Basalamah,MA.https://www.youtube.com/watch?vLyt5a-mBnDs
Duration: 1 minute and 44 seconds
Rating: Unavailable
Definition: SD
Published: May 03, 2017
Uploader: Info Singkat

Comments

Login / Register to comment.

Related Videos

Pintu Surga • 2 months ago
Assalamualaikum Wr. Wb., Link Full Kajian : https://www.youtube.com/watch?v _VQ-CMzTCsA Pembicara : Ustadz Khalid Basalamah Semoga video ini memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi kita semua. Aamiiin Follow Us : Instagram Pintu Surga : https://www.instagram.com/pintusurga.official/
Islam Terkini • 4 months ago
Video direupload dari https://www.youtube.com/user/ArceusZeldfer Jazakallahu khairan kepada Channel Lampu Islam https://www.youtube.com/user/ArceusZeldfer Jazakallahu khairan kepada Ustad Khalid Basalamah https://www.youtube.com/user/khalidbasalamah Jangan lupa Subscribe dan Like jika videonya bermanfaat. Berikan komentar jika ingin memberikan saran dan kritik. Gabung Juga di MEDSOS kami Twiiter : https://twitter.com/islamterkini Fans Page : https://www.facebook.com/IslamTerkini Google + : https://plus.google.com/+IslamTerkini Instagram : https://www.instagram.com/islamterkini/ Murotall Opening : Syeikh Abdul Rahman As Sudais
JALAN QOLBU • 6 months ago
Tips mudah cara membuat hati dan pikiran kita tenang damai dan bahagia adalah: 1. Menerima apapun keadaan dan kondisi kita, dan menyadari bahwa semua yang terjadi dan kita alami adalah hasil dari undangan KITA SENDIRI, sehingga kita lebih banyak berinstrospeksi diri tanpa menyalahkan NASIB dan orang lain. 2. Menyerahkan sepenuhnya hasil dan usaha atau apapun yang telah kita lakukan kepada sumber dari segala sumber yaitu Tuhan dengan sepenuh hati kita (tawakal / ikhlas). 3. Mensyukuri segala berkat yang kita terima dengan bahagia, menurut RB Sentanu caranya dengan menyatakan hormat dan terima kasih Anda pada semua hal yang Anda lihat,dengar,dan rasakan dirumah Anda,barang-barang milik Anda, uang yang Anda miliki dll. 4. Memilih informasi yang membuat perasaan menjadi enak dan bahagia, selektif terhadap informasi yang kita terima, kalau perlu puasa berita misalnya. 5. Lakukan semua dengan bahagia.
Lentera Islam • 10 months ago
Himbauan untuk menutupi aib diri sendiri dan bertaubatlah, oleh Ustadz DR Khalid Basalamah, MA Subscribe!! view lentera islam on: Instagram : https://www.instagram.com/lenteraislamchannel/ Facebook : https://www.facebook.com/lenteraislamchannel Twitter : https://twitter.com/lenteraislami
Taman Surga • 7 months ago
Allah Azza wa Jalla telah menurunkan al-Qur’ân sebagai petunjuk bagi manusia. Dengan al-Qur`ân Allah Azza wa Jalla membukakan hati yang tertutup, mata yang buta, dan telinga yang tuli. Keajaiban-keajaiban al-Qur’ân tidak pernah habis, tidak pernah usang walaupun sering diulang sepanjang siang dan malam. Tadabbur (memperhatikan) al-Qur’ân akan melahirkan ilmu yang banyak dan bermanfaat. Dengannya akan dibedakan antara kebenaran dengan kebatilan, iman dengan kekafiran, manfaat dengan madharat, kebahagiaan semu dengan kebahagiaan hakiki, calon penghuni surga dengan penghuni neraka, dan sebagainya. Oleh karena itulah Allah Azza wa Jalla memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mentadabburi ayat-ayat-Nya. Dia Azza wa Jalla berfirman: كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran mendapat pelajaran. [Shâd/38:29] Imam Ibnu Jarîr ath-Thabari rahimahullah berkata, “Allah Azza wa Jalla berkata kepada Nabi-Nya (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam), ‘Al-Qur’ân ini ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, wahai Muhammad, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya, agar mereka memperhatikan hujjah-hujjah Allah Azza wa Jalla serta syari’at-syari’at yang ditetapkan di dalamnya, kemudian mereka mendapat pelajaran dan mengamalkannya’”. [Tafsîr ath-Thabari, 21/190] Barangsiapa mengikuti al-Qur’ân, Allah Azza wa Jalla telah menjanjikan petunjuk dan keamanan, sebaliknya orang yang berpaling darinya akan tersesat dan celaka. Allah Azza wa Jalla berfirman: قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua (Adam dan Iblis) dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka, jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. [Thâhâ/20:123-124] Pada ayat di atas Allah Azza wa Jalla berfirman kepada Adam, Hawa dan Iblis, “Turunlah kamu semua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain”, maksudnya Adam dan keturunannya akan menjadi musuh Iblis dengan keturunannya. Firman Allah Azza wa Jalla , “Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku”, maksudnya para nabi, para rasul, dan penjelasan. Firman Allah Azza wa Jalla , “Lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”, maksudnya tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat. Firman Allah Azza wa Jalla , “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku”, maksudnya menyelisihi perintah-Ku dan perintah yang Aku turunkan kepada rasul-Ku dengan berpaling darinya, melupakannya, dan mengikuti petunjuk selainnya, “Maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”, maksudnya di dunia, dia tidak memperoleh ketenangan dan kelapangan dada, dadanya menjadi sempit, sesak karena kesesatannya; walaupun dia bersenang-senang secara lahiriyah, berpakaian, makan, dan tinggal sekehendaknya. Namun, selama hatinya tidak mencapai keyakinan dan petunjuk, maka dia selalu berada di dalam kegelisahan, kebingungan, dan keraguan. Ini termasuk kesempitan hidup. Demikian juga termasuk penghidupan yang sempit adalah siksa kubur. Firman Allah Azza wa Jalla , “Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”, maksudnya tidak tidak punya hujjah di hadapan Allah Azza wa Jalla , atau dia akan dibangkitkaan dan digiring menuju neraka dalam keadaan buta mata dan hatinya. [Lihat Tafsîr Ibnu Katsîr, Surat Thâhâ, ayat 123-124]
Pintu Surga • 3 months ago
Assalamualaikum Wr. Wb., Pembicara : Ustadz Khalid Basalamah Link Kajian Full : https://www.youtube.com/watch?v ocHpqGoMwUA Penyelenggara : Masjid Alfattah Yayasan Ibnu Abbas Semoga video ini memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi kita semua. Aamiiin
Ceramah Pendek • 5 months ago
LINK KAJIAN PENUH : https://www.youtube.com/watch?v teOn2C3OyiI Nasheed Intro : https://www.youtube.com/watch?v mebn3LUBYOc 2. https://www.youtube.com/watch?v v9vn1VcDgKc Description ------------------------------------------------------ Sumber -------------------------------------------------------- Allah Subhanahu Wata'ala Pembicara : Ustadz Dr KHalid Basalamah MA Channel Resmi Ustadz Khalid : https://www.youtube.com/channel/UCJHC3VbFsp7kJ2NxPGltwiw www.khalidbasalamah.com MASJID AL-ISRYAD TV https://www.youtube.com/channel/UCVJ6N-aKKLf7cCageY5WZIA + Sebarkan dengan bertujuan Dakwah, Barakallahu Fiikum. Jazakumulllahukhaira --------------------------------------------- Social Media : +Facebook : facebook/ustadzkhalid
Ibnu Sirin • 2 months ago
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS.Ibrahim: 7) Setiap saat kita telah mendapatkan nikmat yang banyak dari Allah, namun kadang ini terus merasa kurang, merasa sedikit nikmat yang Allah beri. Allah beri kesehatan yang jika dibayar amatlah mahal. Allah beri umur panjang, yang kalau dibeli dengan seluruh harta kita pun tak akan sanggup membayarnya. Namun demikianlah diri ini hanya menggap harta saja sebagai nikmat, harta saja yang dianggap sebagai rizki. Padahal kesehatan, umur panjang, lebih dari itu adalah keimanan, semua adalah nikmat dari Allah yang luar biasa. Syukuri yang Sedikit Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667). Hadits ini benar sekali. Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak, rizki yang sedikit dan tetap terus Allah beri sulit untuk disyukuri? Bagaimana mau disyukuri? Sadar akan nikmat tersebut saja mungkin tidak terbetik dalam hati. "Kita Selalu Lalai dari 3 Nikmat" Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa nikmat itu ada 3 macam. Pertama, adalah nikmat yang nampak di mata hamba. Kedua, adalah nikmat yang diharapkan kehadirannya. Ketiga, adalah nikmat yang tidak dirasakan. Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab menemui Amirul Mukminin Ar Rosyid. Orang itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinu dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya.” Ar Rosyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata, “Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi.” (Al Fawa’id, Ibnul Qayyim, terbitan, Darul ‘Aqidah, hal. 165-166). Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, gaji yang wah, dsb. Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat. Artikel: Rumaysho
Dakwah Singkat • 2 months ago
Like Share atau Subscribe untuk update video terbaru.
Islam Terkini • 1 day ago
Jazakallahu khairan kepada Ustad Khalid Basalamah https://www.youtube.com/user/khalidbasalamah Jangan lupa Subscribe dan Like jika videonya bermanfaat. Berikan komentar jika ingin memberikan saran dan kritik. Gabung Juga di MEDSOS kami Twiiter : https://twitter.com/islamterkini Fans Page : https://www.facebook.com/IslamTerkini Google + : https://plus.google.com/+IslamTerkini Instagram : https://www.instagram.com/islamterkini/ Murotall Opening : Syeikh Abdul Rahman As Sudais